Home Artikel Rohani Kitab Suci atau HP Suci
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini6
mod_vvisit_counterKemarin93
mod_vvisit_counterMinggu ini99
mod_vvisit_counterBulan ini376
mod_vvisit_counterTotal42719

Today: Sep 07, 2010
Kitab Suci atau HP Suci PDF Print E-mail
Written by Ali Salim   
Friday, 19 February 2010 16:43

Masih haruskah membawa Kitab Suci ke gereja jika memiliki Alkitab elektronik di Hand Phone atau PDA?

Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menulis pertanyaan seperti di atas. Mungkin terdengar seperti pertanyaan aneh di jaman sekarang ini. Namun tahukah Anda bahwa pada saat ini ada beberapa orang Kristen yang menganggap bila seorang Kristen pergi ke gereja harus membawa Alkitab dalam bentuk tercetak (buku Alkitab) yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, atau dalam bahasa asing lainnya. Mereka merasa orang yang memakai Alkitab elektronik di Hand Phone maupun PDA kurang rohani atau kurang afdol atau pemalas. Mereka tetap berpendapat bahwa orang Kristen harus membawa buku Alkitab pada saat ibadah raya.

Untuk menjawab pertanyaan di atas mari kita kembali ke sejarah pembuatan Alkitab. Alkitab dahulu ditulis pada batu. Masih ingatkah Anda akan kisah Musa membawa 2 loh batu yang berisi 10 perintah Tuhan? Kemudian dengan berjalannya waktu Alkitab ditulis dalam lembaran-lembaran kulit sapi yang kemudian digulung. Yesus dalam Lukas 4:16-17 membaca gulungan kitab Yesaya dalam rumah ibadah. Setelah itu Alkitab mulai ditulis pada lembaran-lembaran papirus dan kemudian mereka mempunyai ide untuk melipat lembaran-lembaran pada bagian tengahnya dan dijahit sehingga menjadi seperti buku yang dinamakan codex. Kemudian ditemukan kertas dan percetakan sehingga Alkitab sekarang dalam wujud buku cetak. Dengan berkembangnya media kaset audio maka ada Alkitab dalam bentuk kaset yang kemudian berkembang menjadi Alkitab berbentuk CD audio atau CD MP3. Perkembangan media digital elektronik seperti komputer menyebabkan Alkitab sekarang dalam bentuk software yang bisa di install di komputer, PDA, atau Hand Phone. Bahkan saat ini sudah ada yang berusaha menjadikan Akitab dalam bentuk media video seperti film “The Gospel of John”. Dalam film ini semua teks Alkitab Injil Yohanes berusaha ditampilkan dalam bentuk audio-visual sehingga dalam 2 jam menonton film tersebut anda akan menyelesaikan seluruh pembacaan Injil Yohanes, hal mana bagi orang biasa membaca satu kitab Yohanes secara terus-menerus selama 2 jam sangat memberatkan mereka.

 

Alkitab saat ini sudah tersedia dalam berbagai bentuk media dengan kelebihan dan kelemahan karakteristik media tersebut. Misalnya media cetak kertas sangat rentan terhadap air, kelembaban, kusam, menguning, kotor, kutu buku, dsb. Media audio menyulitkan kita untuk memilih ayat yang ingin didengar karena harus di-fast forward atau di-rewind. Kelemahan media video adalah gambaran situasi sulit ditampilkan seperti aslinya. Media batu sulit dibawa (kecuali kalau rajin fitness :-)). Media kulit sapi, saya pikir sekarang Anda tentu tidak mau membawa 66 gulungan kulit sapi yang berisi teks Alkitab ke gereja.

Coba bayangkan kalau ada satu orang di gereja yang merasa orang Kristen harus menggunakan gulungan kulit sapi seperti jaman Tuhan Yesus dan setiap Minggu mengotong 66 kitab masuk ke dalam gereja dan ketika tiba waktunya pembacaan Alkitab, ia sibuk memilih gulungan kitab yang mau dibaca, lalu membuka dan menggulung supaya menemukan pasal yang tepat. Anda tentu berpikir orang ini aneh bukan? Apakah ia berdosa? Tentu tidak. Ia hanya tidak praktis.

Dari contoh di atas kita dapat melihat bahwa pemilihan media tidak bisa digunakan untuk mengukur kerohanian seseorang. Yang membawa gulungan kulit sapi tidak lebih rohani daripada orang yang memakai buku Alkitab. Pasti sampai di sini Anda masih setuju dengan pendapat saya. Yang memakai batu tentu lebih aneh lagi bukan?

Lalu bagaimana dengan mereka yang memakai Alkitab elektronik dalam bentuk HP atau PDA? Apakah ketika tiba waktunya pembacaan Alkitab pemakai PDA atau HP Bible tidak bisa membaca seperti mereka yang menggunakan buku Alkitab? It’s still the same. Bahkan yang memakai PDA atau HP memiliki beberapa keunggulan seperti:

1.      Dapat melihat beberapa versi terjemahan lain.



Ngapain sih lihat terjemahan lain? Iseng banget deh! Mungkin ini adalah buah pikiran Anda. It’s ok kalau Anda tidak mau melihat terjemahan lain, tapi Anda pasti ingin agar Alkitab yang Anda miliki adalah Alkitab dalam bahasa yang Anda kuasai bukan? Ada banyak terjemahan alkitab yang tersedia gratis dalam seperti Inggris, Latin, Jerman, Cina, Belanda, Perancis, dsb. Dalam bahasa Indonesia juga ada loh!



Kita tahu bahwa bahasa asli Alkitab adalah bahasa Ibrani, Yunani, dan Aram dan jarang ada yang mampu membaca teks asli tersebut karena itu kita butuh terjemahan. Namun setiap terjemahan memiliki penafsiran di belakangnya. Kadang maksud penulis tidak sampai tetapi kalau kita menggunakan berbagai versi terjemahan kita dapat lebih jelas mengerti maksud penulis.

2.      Pemakai PDA dapat menggunakan kamus Alkitab untuk mengerti arti kata.

 

Ada 12 kamus Alkitab gratis yang disediakan. Coba bayangkan Anda membawa 12 kamus dalam bentuk buku!

3.      Ada 10 tafsiran Alkitab.



Bayangkan Anda tambah minimal 10 buku lagi yang berisi tafsiran untuk dibawa.

4.      Anda tetap bisa menandai Alkitab.



5.      Mencari ayat yang Anda inginkan.



Anda tidak perlu membawa buku konkordasi Alkitab.

6.      Anda juga dapat menggunakan PDA untuk membaca Alkitab setiap hari



Ada 4 bahan untuk melakukan saat teduh setiap harinya. Nah kalau Anda membawanya dalam bentuk buku maka Anda harus menambah 4 buah buku lagi.

7. Tahukan Anda bahwa semua software ini tersedia gratis dan legal. Anda dapat mendownloadnya di http://www.e-sword.net/pocketpc/downloads.html.

Semua kelebihan di atas tidak dimiliki jika kita hanya membawa buku Alkitab dan coba Anda bayangkan jika Anda mau membawa semua hal di atas dalam bentuk media cetak. Anda harus membawa 28 buku tebal atau satu lemari buku ke gereja dan hal itu tentu sangat tidak praktis. Dengan menggunakan Alkitab elektronik maka Anda dapat membawa semua Bible Tools yang berguna dalam melakukan pemahaman Alkitab dalam satu buah PDA.

Jadi saya pikir sudah bukan jamannya lagi kita menganggap orang yang memakai Alkitab PDA / HP sebagai orang malas atau tidak lebih baik daripada jemaat yang membawa buku Alkitab. Bahkan kalau suatu saat ada chip yang bisa ditanam dalam otak manusia dan berisi Alkitab, menurut saya itu lebih baik lagi karena kita bisa langsung mengakses Firman Tuhan setiap saat. Bukankah ini lebih baik?

Kita tentu ingat kenapa para penerjemah Alkitab seperti (Wycliffe, Luther, Tyndale, dkk.) berusaha menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa mereka. Begitu pula kenapa banyak bible society mencetak Alkitab. Semua dilakukan dengan tujuan agar orang Kristen dapat lebih mudah mengakses Alkitab. Dan kalau sekarang ada media yang lebih memudahkan akses ke Alkitab di mana saja dan kapan saja, kenapa harus dipermasalahkan?

Sumber:

  • Gambar pertama (Buku Alkitab dan HP) berasal dari www.olivetree.com/resources/ebooks
  • Gambar DVD The Gospel of John berasal dari www.gospelofjohnthefilm.com.
  • Gambar tampilan software Pocket e-Sword berasal dari www.e-sword.net/pocketpc/features.html

 

Last Updated on Saturday, 20 February 2010 07:54
 
Banner
Copyright © 2010 alisalim.com.
Selamat menikmati web ini.
 

My Books

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Animasi TeksAnimasi MaskingFlash Special Effect