|
Hal Menghindari Percakapan Yang Tidak Perlu |
|
|
|
|
Written by Ali Salim
|
|
Thursday, 12 August 2010 16:47 |
|
Renungan saat teduh hari ini sangat menyentuh hati saya dimana seringkali kita tanpa sadar terjebak dalam percakapan-percakapan yang tidak berarti dan tidak mempertumbuhkan.

Thomas A Kempis De Imitatione Christi Pasal X Hal Menghindari Percakapan Yang Tidak Perlu
- Hendaklah kita sedapat mungkin mengundurkan diri dari keributan suasana di sekitar kita. Sebab, banyak mempercakapkan kejadian-kejadian dunia itu pengaruhnya merugikan, sekali pun maksud kita baik. Dalam sekejap mata saja hati kita akan terpengaruh dan terjerat dalam hal-hal yang tidak berguna. Bukankah kita sering kali merasa menyesal atas pembicaraan kita yang berlebih-lebihan, dan menyesal juga bahwa kita terlampau banyak berkumpul dengan orang banyak? Namun mengapa kita suka sekali membicarakan yang satu dengan yang lain, meskipun sesudah itu kita jarang kembali dengan hati tenteram? Sebabnya adalah karena dengan percakapan itu kita mencari hiburan dan ingin membuka hati kita yang tertekan oleh bermacam-macam pikiran. Terutama kita gemar membicarakan dan memikirkan hal-hal yang kita sukai, atau yang kita ingini, ataupun yang berlawanan dengan keinginan kita.
- Namun, sayang! Semua itu sering kali tidak berfaedah dan tidak berguna. Sebab hiburan lahiriah semacam itu tidak sedikit mengurangi hiburan batiniah dari Tuhan. Karena itu, baiklah kita berjaga dan berdoa agar waktu kita tidak lewat tanpa hasil apa-apa. Jika kita boleh berbicara dan ada gunanya untuk berbicara, baiklah kita pergunakan pembicaraan itu untuk membangun. Kebiasaan kita yang salah dan kelalaian kita atas kemajuan dalam kehidupan rohani itulah yang banyak menyebabkan kita tidak menjaga mulut kita lagi. Untuk pertumbuhan yang sehat bagi kehidupan rohani adalah baik bila kadang-kadang kita mengadakan pembicaraan tentang soal-soal kerohanian; lebih-lebih bila orang-orang yang mengambil bagian dalam pembicaraan itu merasa sehati dan sejiwa, serta bersatu di dalam Allah.
|
|
|
Written by Ali Salim
|
|
Thursday, 01 April 2010 02:13 |
|
The Imitation of Christ
Thomas a Kempis (1380-1471)
Book Two, The Eleventh Chapter Few Love the Cross of Jesus
JESUS has always many who love His heavenly kingdom, but few who bear His cross. He has many who desire consolation, but few who care for trial. He finds many to share His table, but few to take part in His fasting. All desire to be happy with Him; few wish to suffer anything for Him. Many follow Him to the breaking of bread, but few to the drinking of the chalice of His passion. Many revere His miracles; few approach the shame of the Cross. Many love Him as long as they encounter no hardship; many praise and bless Him as long as they receive some comfort from Him. But if Jesus hides Himself and leaves them for a while, they fall either into complaints or into deep dejection. Those, on the contrary, who love Him for His own sake and not for any comfort of their own, bless Him in all trial and anguish of heart as well as in the bliss of consolation. Even if He should never give them consolation, yet they would continue to praise Him and wish always to give Him thanks. What power there is in pure love for Jesus—love that is free from all self-interest and self-love! Do not those who always seek consolation deserve to be called mercenaries? Do not those who always think of their own profit and gain prove that they love themselves rather than Christ? Where can a man be found who desires to serve God for nothing? Rarely indeed is a man so spiritual as to strip himself of all things. And who shall find a man so truly poor in spirit as to be free from every creature? His value is like that of things brought from the most distant lands.
Which one are We?
Bagian Kedua, Pasal XI Hal Tak Banyak Jumlah Orang Yang Mencintai Salib Kristus
Yesus memang mempunyai banyak pengikut yang ingin dimuliakan di surga, tetapi hanya sedikit yang bersedia memanggul salib bersama Dia. Banyak yang ingin menikmati penghiburan Yesus, tetapi hanya sedikit yang sanggup menderita pencobaanNya. Banyak sekali yang suka duduk makan besama Yesus, tetapi hanya sedikit yang bersedia ikut serta berpuasa dengan Dia. Semua orang ingin bersukacita dengan Yesus, tetapi hanya sedikit yang mau menderita sengsara bersama Dia. Memang banyak yang mengikut Yesus karena mujizatNya, tetapi sedikit yang mengikutiNya sampai ke salib, hinaan orang. Banyak yang mencintai Yesus selama tidak mengalami kesukaran. Banyak yang memuji dan melulurkan Yesus selama mereka menerima sekadar penghiburan dariNya. Namun, apabila mereka ditinggalkan Yesus sendirian, meskipun hanya sebentar saja, mulailah mereka berkeluh kesah atau jatuh ke dalam lembah kesedihan. Lain halnya dengan mereka yang mencintai Yesus melulu karena Yesus, dan bukan karena mereka itu mencari penghiburan bagi dirinya sendiri. Baik di waktu-waktu menderita pencobaan dan kesedihan hati maupun pada waktu memperoleh penghiburan yang sangat nikmat, mereka itu akan tetap memuji dan meluhurkan Dia. Dan andaikata Yesus tidak berkenan memberikan penghiburan kepada mereka, maka mereka akan tetap memuji dan berterima kasih kepadaNya.
Termasuk golongan yang manakah kita?
|
|
Last Updated on Thursday, 01 April 2010 02:17 |
|
Written by Ali Salim
|
|
Sunday, 28 February 2010 04:13 |
|

Saat ini begitu banyak anak muda khususnya di Indonesia yang sudah mulai melakukan hubungan seks di luar pernikahan. Makin hari anak-anak muda mulai meninggalkan cara berpacaran yang baik dan diganti dengan cara pacaran yang penuh dengan hawa nafsu sehingga mengakibatkan mereka melakukan hubungan seks sebelum menikah.
File ini berisi presentasi tentang alasan-alasan mengapa kita sebagai umat Kristen menunggu melakukan hubungan seks sampai pemberkatan nikah.
Download file presentasi dlm bentuk pdf di sini.
|
|
Last Updated on Sunday, 28 February 2010 04:23 |
|
Written by Ali Salim
|
|
Friday, 19 February 2010 16:43 |
|
Masih haruskah membawa Kitab Suci ke gereja jika memiliki Alkitab elektronik di Hand Phone atau PDA?

Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menulis pertanyaan seperti di atas. Mungkin terdengar seperti pertanyaan aneh di jaman sekarang ini. Namun tahukah Anda bahwa pada saat ini ada beberapa orang Kristen yang menganggap bila seorang Kristen pergi ke gereja harus membawa Alkitab dalam bentuk tercetak (buku Alkitab) yang diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia, atau dalam bahasa asing lainnya. Mereka merasa orang yang memakai Alkitab elektronik di Hand Phone maupun PDA kurang rohani atau kurang afdol atau pemalas. Mereka tetap berpendapat bahwa orang Kristen harus membawa buku Alkitab pada saat ibadah raya.
|
|
Last Updated on Saturday, 20 February 2010 07:54 |
|
Read more...
|
|
Pelajaran Pertama dari Jason |
|
|
|
|
Written by Ali Salim
|
|
Friday, 19 February 2010 16:40 |
|
Satu hal yang menggembirakan hatiku setiap kali pulang kantor adalah ketika Jason, anakku, yang baru berusia 6 bulan, meminta kepada ibunya agar ia digendong olehku. Tak tahu kenapa hal ini terjadi selama beberapa hari ini. Selalu ketika Jason melihatku pulang, ia ingin agar aku mengendongnya. Aku pun merasa senang mengendong bayiku ini karena sikapnya yang ingin mendapatkan pelukanku.
Hal ini membuatku berpikir, alangkah senangnya Tuhan kalau setiap kali Ia "pulang bekerja", anakNya ingin agar ia dipeluk dan disayang oleh BAPA-nya. Sama seperti Jason yang ingin beberapa menit untuk digendong dan disayang oleh ayahnya dan hal itu ternyata menyenangkan hati ayahnya, kenapa kita tidak memberikan sedikit waktu untuk disayang oleh Tuhan kita dan membiarkan hal itu menyenangkan hatiNya? |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |